Hilang. Sebuah kata yang terlampau hampa untuk dirasa. Sebuah ruang dimana suara tak lagi bisa bergema. Sebuah makna yang mengisyaratkan kekosongan.
Benarkah ketika mereka mengatakan, Kehilangan akan mengajarkan kita untuk lapang?
Kerap kali aku bertanya-tanya, untuk apa seseorang dipertemukan dalam satu titik temu jika pada akhirnya mereka akan merayakan kehilangan di titik yang sama?
Sebuah perjalanan sederhana yang mereka namai itu hanyalah tempat singgah. Terlalu nyaman untuk menetap, terlampau takut untuk melepas. Banyak kekhawatiran lahir ketika sebuah alarm memperingatkan jika tak satupun akan berjalan kekal.
Pada akhirnya,
kita semua tak akan pernah
untuk benar-benar sampai.
Kita hanya akan melompat dari satu kehilangan ke kehilangan lainnya. Menikmati pedih yang sesekali menyapa. Menutup hampa yang kala itu pernah ada.
Sebab lapang yang mereka bicarakan, adalah bentuk lain untuk menyerah pada harapan yang tak pernah benar-benar tergenggam.