October 28, 2026
Rahasia di Balik Tombol “Checkout” Shopee yang Suka kamu klik
Setiap kali membuka aplikasi marketplace, kita sebenarnya sedang berhadapan dengan sebuah sistem informasi. Sederhananya, sistem informasi…

By Hamna Malaq Haniyah
2 min read
Setiap kali membuka aplikasi marketplace, kita sebenarnya sedang berhadapan dengan sebuah sistem informasi. Sederhananya, sistem informasi adalah perpaduan teknologi, manusia, dan prosedur kerja yang mengumpulkan, menyimpan, mengolah, dan membagikan informasi untuk membantu pengambilan keputusan. Jadi, ia bukan sekadar komputer atau aplikasi, melainkan satu kesatuan yang jauh lebih besar. Biar lebih terbayang, mari kita bedah Shopee, marketplace yang hampir pasti pernah kita pakai.
Sistem informasi punya enam komponen. Pertama, perangkat keras: ponsel kita, ditambah server dan penyimpanan di pusat data Shopee yang tidak pernah kita lihat. Kedua, perangkat lunak: aplikasi Shopee itu sendiri sebagai perangkat lunak aplikasi, dan Android atau iOS yang menjalankannya sebagai perangkat lunak sistem. Ketiga, basis data, tempat tersimpannya akun, alamat, riwayat pesanan, ulasan, dan katalog jutaan produk.
Keempat, jaringan. Internet menghubungkan kita dengan penjual, kurir, dan layanan pembayaran dalam hitungan detik. Kelima, prosedur, yaitu aturan main yang disepakati, seperti uang pembeli yang ditahan dulu sampai pesanan diterima, batas waktu pembayaran, dan cara mengajukan pengembalian barang. Keenam, manusia: kita sebagai pembeli, penjual yang mengelola toko, tim layanan pelanggan, sampai para insinyur di balik layar. Keenamnya harus ada. Kalau satu saja hilang, sistemnya pincang.
Sekarang soal tangga data, informasi, dan pengetahuan. Bayangkan kita penjual headset. Data adalah fakta mentah, misalnya deretan angka pesanan harian yang masuk ke toko. Informasi muncul ketika angka-angka itu diolah menjadi grafik yang memperlihatkan pesanan selalu melonjak di awal bulan. Pengetahuan baru lahir saat kita memahami alasannya, yaitu orang-orang baru gajian, lalu menyiapkan stok dan promo tepat di tanggal itu. Tanpa dua tahap pertama, keputusan kita hanya tebakan.
Di dalam Shopee ada banyak jenis sistem yang bekerja bersamaan. Dua di antaranya adalah sistem pemrosesan transaksi (TPS) dan sistem informasi manajemen (MIS). TPS mencatat setiap transaksi rutin, mulai dari pesanan masuk sampai pembayaran terkonfirmasi, dan penggunanya adalah pegawai operasional sehari-hari, termasuk penjual dan staf gudang. Catatan itu lalu dikirim ke MIS, yang mengubahnya menjadi laporan berkala, misalnya rekap penjualan bulanan, untuk dibaca manajer tingkat menengah. Jadi TPS memasok data bagi MIS, dan tanpa catatan transaksi yang rapi, laporan di atasnya pasti berantakan.
Dari tujuh tantangan sistem informasi, yang paling dekat dengan keseharian kita adalah keamanan dan privasi. Kita pasti pernah menerima pesan yang mengaku dari Shopee dan meminta kode OTP atau kata sandi. Itu phishing, dan korbannya banyak. Dampaknya bukan cuma saldo yang terkuras, tapi juga rasa percaya pada platform. Cara kita menguranginya sederhana: jangan pernah membagikan OTP atau kata sandi kepada siapa pun, aktifkan verifikasi dua langkah, dan hanya bertransaksi lewat aplikasi resmi, bukan tautan kiriman orang asing.
Pada akhirnya, sistem informasi bukan soal aplikasi yang canggih saja. Teknologinya bisa dibeli, tetapi manusia dan prosedurnya yang menentukan apakah semuanya benar-benar berjalan dengan baik.