June 16, 2026
Aku menatap kearah langit sore yang berwarna jingga, aku terhentak diam diantara dalamnya…
Aku hanya diam seolah-olah aku baik-baik saja dengan adanya pikir pada saat ini. Aku terdiam tanpa ada satu kata pun yang terlontar dari…
Elsa Febrianti
Author
Lekas Pulih
Aku menatap kearah langit sore yang berwarna jingga, aku terhentak diam diantara dalamnya keheningan. Yang aku maksud disini adalah keheningan disekitar diriku berpijak. Namun akan tetapi tidak ada keheningan di pikiranku saat ini, yang ada kebisingan. Aku merasa berisik sekali pikiranku, hingga rasanya ingin berteriak sekencang mungkin. Namun di redakan oleh akal sehatku sendiri. Walaupun kebisingan yang ada di otakku saat ini banyak sekali.
Aku hanya diam seolah-olah aku baik-baik saja dengan adanya pikir pada saat ini. Aku terdiam tanpa ada satu kata pun yang terlontar dari dalam mulutku. Akan tetapi otakku ingin meledak rasanya, karena terlalu berisik pikiran yang ada di dalam kepalaku.
Suasana disekitarku teduh, tetapi tidak dengan pikiranku. Semua permasalahan ku, aku pikirkan sekaligus. Aku serta merana, namun semesta ingin aku baik-baik saja. Disini kakiku berpijak, pada lantai rumah setapak. Hatiku berkata lirih, semoga lekas pulih.
Pulih dari rantai yang mengikat letih. Hatiku terkikis lara, namun kian ku berusaha. Untuk mengucap rela, dan akan menjalani hari dengan semestinya. Dari napas yang berhembus pelan, sayup terucap doa dari dalam diriku. Ku kan menghapus nestapa, tuk segera bangun dari ikatan lara.
Lekas pulih, untuk diriku.