October 14, 2026
Mungkin Memang Bukan Jalannya(?)
Jika dihitung sejak awal kita mulai berkenalan….. kurang lebih sudah 6 tahun berlalu yaa? Jujur tidak pernah terbesit dalam benakku bahwa…

By Eliya
1 min read
Jika dihitung sejak awal kita mulai berkenalan….. kurang lebih sudah 6 tahun berlalu yaa? Jujur tidak pernah terbesit dalam benakku bahwa kita akan berpisah seperti ini. Seorang laki-laki yang selalu ku kagumi dan ku sayangi, ia yang tidak pernah kasar kepada wanita dan tidak pernah membentak wanita. Tapi justru, perpisahan kita diakhiri dengan kata kasar yang dia lontarkan padaku.
Seseorang yang selalu menjadi saksi perjalanan kita juga jembatan cinta kita, berkali-kali berucap padaku "aku isih ga percoyo nak kowe ro mas gatau ketemu, masalahe bocae bola-bali nang jawa tengah gek yo tak kiro kat mbiyen trah nemoni kowe, soalle cah kuwi nak masalah wedokan rasah di konkon we mangkat. koyo ra mungkin gatau ketemu awakmu" dan yapppp. 6 tahun kita memang hanya dari handphone kan?
Ada ga si hal yang aku sesali? eummmm, aku berharap dan selalu berdoa dari pada menyesal, aku lebih ingin bersyukur atas segala hal yang sudah terjadi. Karna apapun itu, pasti ada arti dan nilai di balik hal tersebut.
Sedih ga pisah dan lost contact sama dia? honestly, i don't know. Cause sometimes i feel i'm okay and i feel so free and better when he's not around me anymore. But sometimes i feel that i miss him and i want him again in my life. Bahkan ga jarang aku masih berandai-andai jikalau suatu saat nanti, diwaktu yang paling tepat menurut Tuhan tiba. Aku akan bertemu lagi dengannya di suatu tempat dan waktu yang tidak pernah kita duga. YUP! sounds a little hopeless, but this is what my heart sounds.
Faktanya, berkali-kali dia bolak-balik ke kotaku saat kita kenal pun. Tuhan tidak pernah mempertemukan kita secara sengaja maupun tidak sengaja. Berkali-kali aku ke kota dia tumbuh dan begitu pun sebaliknya. Hal yang berbeda tidak pernah terjadi. Bahkan disaat jarakku dengannya hanya tersisa 1 meter, Tuhan tidak mengizinkanku untuk menatap wajahnya secara langsung. Satu hal yang sampai sekarang aku yakini adalah "apapun yang sudah aku lalui, maka itu yang terbaik menurut-Nya" dan aku akan selalu berusaha untuk memegang hal tersebut di benakku. Mungkin memang Tuhan memiliki banyak sekali alasan baik mengapa aku tidak pernah sekalipun dipertemukan dengannya. Walau kadang rasanya tidak adil karna dia beberapa kali melihat ku dari kejauhan.
Terimakasih Ya Allah atas segala rasa dan hal yang telah engKau limpahkan dan karuniakan kepada hamba. Hamba tau dan hamba yakin, itu adalah yang terbaik untuk hamba, hadiah dariMu untuk hamba walau saat ini hamba belum mengerti apapun itu.