August 27, 2026
Sniffing
Sniffing adalah proses memonitor dan menangkap paket data yang melewati jaringan baik untuk tujuan yang sah (misal troubleshooting…

By Reyza Maulana Putra
3 min read
Sniffing adalah proses memonitor dan menangkap paket data yang melewati jaringan baik untuk tujuan yang sah (misal troubleshooting jaringan) maupun yang tidak sah (misal pencurian data secara ilegal / cyber crime). Dalam konteks kejahatan siber, sniffing dilakukan untuk menyadap, mengintip, dan mencuri informasi sensitif seperti username, password, data kartu kredit, dan sebagainya.
Cara Kerja Sniffing
Sniffing bekerja dengan beberapa tahapan utama:
- Collection: Hacker/malicious user mengatur network interface card (NIC) ke mode promiscuous agar bisa menangkap semua lalu lintas data di jaringan.
- Conversion: Data yang terkumpul direkonstruksi dari bentuk binary ke format yang bisa dibaca dan dipahami.
- Analisa: Paket yang sudah terkumpul diurai untuk mencari informasi penting seperti password, sesi web, dan lain — lain.
- Pengambilan Data: Data sensitif yang ditemukan dapat langsung diambil dan digunakan oleh pelaku.
Cara Mendeteksi Sniffing
Cara mendeteksi Sniffing bisa dilakukan dengan beberapa tools, misalnya debooke, wireshark, dsniff, dan sebagainya.
Katakanlah kita ingin menggunakan sistem operasi Linux dan Windows, maka Wireshark cocok untuk melacak paket yang sudah ditransfer. Lalu memfilternya berdasarkan IP, protokol dan berbagai parameter lain.
Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan deeboke yang merupakan tools berbayar. Fungsinya sebagai pemantau jaringan dan analisator. Debooke mencegah lalu lintas yang ada pada beberapa perangkat. Kemudian kita bisa juga menggunakan Dsniff yang banyak digunakan untuk mendeteksi password yang ada dalam jaringan server.
Protokol dalam Sniffing
Beberapa protokol yang banyak digunakan dalam sniffing diantaranya adalah sebagai berikut:
- HTTP (Hypertext Transfer Protocol): Digunakan untuk mengirim paket tanpa enkripsi untuk memudahkan proses sniffing.
- SMTP (Simple Mail Transfer Protocol): Berfungsi untuk mengirim email.
- NNTP (Network News Transfer Protocol): Merupakan protokol yang digunakan untuk berbagai jenis komunikasi dengan paket data berbentuk teks yang mudah dibaca.
- POP: Bekerja sebagai penerima email dari server
- IMAP: Merupakan protokol yang memiliki fungsi mirip seperti SMTP, yaitu mengirimkan email.
- FTP (File Transfer Protocol): Bertugas untuk menerima dan mengirim data. Namun, tidak mempunyai fitur keamanan. Berbagai data yang terkirim bentuknya teks yang mudah diambil hacker.
Jenis-Jenis Sniffing
Sniffing terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
- Sniffing Pasif (Passive Sniffing)
Sniffing Pasif adalah jenis sniffing yang tidak memerlukan pengiriman paket tambahan atau mengganggu perangkat seperti Hub untuk menerima paket. Seperti yang kita ketahui, Hub menyiarkan setiap paket ke portnya, yang membantu penyerang memantau semua lalu lintas yang melewati hub tanpa usaha apapun.
- Sniffing Aktif (Active Sniffing)
Sniffing Aktif adalah jenis sniffing yang dimana penyerang harus mengirim paket tambahan ke perangkat yang terhubung seperti Switch untuk mulai menerima paket. Seperti yang kita ketahui, paket unicast dari switch ditransmisikan ke port tertentu saja. Penyerang menggunakan teknik tertentu seperti MAC Flooding, DHCP Attacks, DNS Poisoning, Man in the Middle (MITM), Switch Port Stealing, ARP Poisoning, dan Spoofing untuk memantau lalu lintas yang melewati switch.
Tools Sniffing Populer
Beberapa tools yang sering digunakan dalam aksi sniffing maupun untuk audit dan monitoring jaringan di antaranya adalah:
- Wireshark: Tools open source untuk menangkap dan menganalisa lalu lintas jaringan.
- Ettercap: Mendukung sniffing aktif (mitm, ar poisoning)
- Dsniff: Analisator password di jaringan.
- Kismet: Sniffer khusus jaringan wireless.
- Tcpdump: Tools command line untuk capture paket jaringan.
Peringatan ⚠️
Tulisan ini dibuat hanya untuk tujuan edukasi, riset, dan pembelajaran dalam bidang Cyber Security serta Ethical Hacking. Segala bentuk percobaan, teknik, atau simulasi yang dijelaskan wajib dilakukan di lingkungan yang aman (seperti lab pribadi, sistem virtual, atau jaringan uji coba) dan tidak boleh digunakan pada sistem orang lain tanpa izin resmi.
Konfigurasi dan Proses Sniffing
- Langkah pertama dalam melakukan sniffing adalah membuka aplikasi Wireshark, bisa dilakukan dengan mengaksesnya lewat menu pencarian.
- Pada menu awal Wireshark, kita pilih terlebih dahulu interface jaringan yang ingin digunakan untuk menangkap data. Disarankan untuk memilih interface yang terhubung dengan target yang kita ingin sniffing.
- Setelah memilih interface, maka tampilan dari Wireshark akan seperti berikut.
- Untuk memulai melakukan teknik sniffing, kita lakukan penyaringan (filter) terlebih dahulu untuk menampilkan paket HTTP.
- Kemudian disini, kita simulasikan target ingin melakukan login ke sebuah website yang dimana website tersebut rentan akan peretasan dengan teknik sniffing.
- kita lakukan percobaan login ke dalam webiste tersebut dengan memasukkan username dan passwordnya, kemudian lanjut menekan tombol login.
- kita pindah dan kembali ke Wireshrak, saat target melakukan login ke website tersebut, maka akan muncul sinyal yang ditangkap dan di capture oleh tools yang dimana terdapat status info POST.
- pada bagian URL from HTML, akan terdapat username dan password yang dimasukkan oleh target selama proses login.