June 11, 2026
Suatu Hari Nanti, Kamu Akan Mengerti
Tidak akan ada balas dendam dalam kepergianku. Aku tidak akan pura-pura bahwa pernah suatu ketika ada bagian dari aku yang berharap kamu…
Icad
3 min read
Tidak akan ada balas dendam dalam kepergianku. Aku tidak akan pura-pura bahwa pernah suatu ketika ada bagian dari aku yang berharap kamu akan menyadari apa yang telah hilang.
Dan sejujurnya pula, aku tidak ingin menghabiskan waktu dengan berharap kamu menyesal. Aku tidak ingin membuatmu terluka. Apalagi ingin membuktikan bahwa aku lebih baik dari siapapun diluar sana. Juga membuktikan bahwa aku lebih baik dari siapapun yang datang setelahku.
Hanya karena aku mencintai dengan tulus, dan perasaan tulus, aku rasa perlu dikenang bukan untuk dilupakan. Karena ada bagian yang tidak akan kamu bisa lihat, sekeras apapun kamu mencobanya mengingat kembali. Kamu tidak berusaha melupakannya, bukan juga kamu merasa tidak cukup peduli.
Hanya saja memang ada perasaan yang terlalu dalam jika diungkapkan melalui kata-kata. Ada perasaan yang sulit untuk di terjemahkan sehingga kamu pun sulit menerjemahkannya.
Pada akhirnya, kamu hanyalah manusia, dan begitupun aku. Kita sama-sama memiliki keterbatasan untuk benar-benar memahami hati seseorang.
Mungkin ada satu hal yang tidak akan pernah kamu sadari. Bahwa dibalik semua cerita yang kita lalui, ada ketulusan yang jauh lebih besar daripada yang sempat terlihat. Ada doa-doa yang pernah aku sampaikan pada tuhan yang tidak akan pernah kamu dengar. Ada pengertian yang tidak pernah aku ceritakan. Ada perjuangan yang telah aku lakukan dan aku tidak pernah menghitung perjuangan tersebut sebagai sebuah pengorbanan. Dan ada cinta yang begitu sunyi, hingga orang yang menjadi tujuannya pun tidak pernah menyadari betapa benar-benar ia pernah dicintai sebegitu besarnya.
Suatu hari nanti ketika waktu telah membawa kita ke arah yang berbeda dari cerita yang pernah kita miliki. Mungkin kamu telah bersama seseorang. Mungkin saat kamu sedang duduk sendirian. Atau mungkin itu datang begitu saja tanpa alasan.
Kamu akan melihat kebelakang, dan kamupun menyadari bahwa aku pernah datang, aku pernah hadir, aku pernah ada di sampingmu dengan ketulusan yang tidak mudah ditemukan. Bukan aku ingin menang dan kamu merasakan aku ini menjadi kehilangan terbesar di hidupmu, bukan.
Bukan aku yang paling sempurna. Bukan karena aku yang paling hebat.
Tetapi karena perlahan kamu menyadari bahwa ada hal-hal yang dulu aku berikan dengan begitu tulus, yang ternyata tidak kamu temukan di setiap orang yang datang setelahnya. Mungkin saat itu kamu memahami bahwa tidak semua hati datang dengan bersih. Tidak semua orang mendengarkan hanya untuk mengerti. Tidak semua orang bertahan karena mereka peduli.
Kamu mungkin akan mengingat bagaimana aku mendengarkan saat dunia terlalu bising untukmu. Bagaimana aku selalu mendengar sisi baikmu dikala diluar sana mengatakan sebaliknya. Bagaimana aku lebih memilih untuk memahami ketika segalanya lebih mudah jika diakhiri dengan amarah.
Dan mungkin baru saat itu kamu mengerti bahwa ketulusan adalah sesuatu yang terasa biasa ketika kita masih memilikinya, tetapi terasa begitu berharga ketika ia sudah menjadi kenangan.
Kamu akan mengingat bagaimana aku selalu berusaha memahami, bahkan ketika aku sendiri tidak sepenuhnya dipahami.
Aku pun tidak selalu sempurna. Aku pernah berbuat salah, pernah berbuat kecewa, namun dari semua tersebut ada hal yang tidak berubah yaitu ketulusanku untukmu seorang.
Ada banyak yang bisa datang membawa perhatian. Ada yang bisa datang dengan membawa kata-kata indah. Tapi tidak semua orang mampu hadir dengan hati yang sungguh-sungguh.
Dan mungkin suatu hari nanti, ketika kamu bertemu banyak orang dengan berbagai maksud dan kepentingannya masing-masing, kamu akan mulai menyadari bahwa ketulusan adalah sesuatu yang langka.
Pada saat itu, mungkin kamu akan mengerti bahwa yang hilang bukan sekadar seseorang.
Yang hilang adalah seseorang yang lebih memilihmu daripada memilih dirinya. Seseorang yang selalu mendoakan yang terbaik bagi hubungannya. Bahkan setelah tidak lagi menjadi bagian hidupmu.
Mungkin suatu hari nanti kamu akan lupa banyak hal tentang kita.
Kamu mungkin lupa percakapan-percakapan panjang yang dulu terasa begitu berarti. Bahkan mungkin kamu akan lupa alasan mengapa semuanya berakhir.
Tetapi ada satu hal yang rasanya akan sulit hilang dari ingatanmu.
Pernah ada satu masa ketika kamu berkata bahwa bersamaku, kamu merasa benar-benar diperlakukan sebagai seorang perempuan.
Kamu pernah berkata terima kasih karena aku membuatmu merasa dihargai.
Kamu pernah berkata bahwa aku memperlakukanmu dengan sangat baik.
Dan aku masih mengingat bagaimana kalimat itu keluar begitu saja, tanpa aku minta, tanpa aku tunggu.
Bukan karena aku ingin dipuji.
Tetapi karena saat itu aku tahu bahwa semua perhatian, kesabaran, dan ketulusan yang aku berikan ternyata sampai kepadamu.
Aku tidak berharap kamu menyesal. Aku tidak ingin menjadi orang yang kamu sesali. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang suatu hari kamu kenang dengan senyum kecil dan hati yang pelan-pelan berkata,
"Aku pernah dicintai dengan cara yang sangat tulus."
Karena pada akhirnya, bukan tentang siapa yang akan bersamamu suatu saat nanti. Bukan tentang siapa yang datang setelah aku. Ini tentang satu hal yang sederhana yang mungkin baru akan kamu sadari setelah waktu berjalan cukup jauh. Bahwa pernah ada seseorang yang hadir dalam hidupmu yang selalu mengupayakan agar kamu selalu tersenyum bahagia.
Aku hanya berharap kamu tersenyum dan mengingat bahwa dalam satu bagian hidupmu, pernah ada seseorang yang benar-benar berusaha mencintaimu dengan sebaik-baiknya cara yang ia tahu.
Seseorang yang membuatmu merasa menjadi perempuan yang dicintai, dihargai, dan dijaga.
Dan jika suatu hari kenangan itu kembali mengetuk hatimu, biarlah ia datang bukan sebagai penyesalan. Melainkan sebagai bukti bahwa cinta yang tulus pernah singgah dalam hidupmu.
Sebab pada akhirnya, mungkin yang paling kita rindukan bukanlah seseorang, melainkan cara seseorang itu membuat kita merasa dicintai.