June 2, 2026
Tak Semua Perasaan Menemukan Rumah
Aksaa
Author
Entah cara apa yang harus kugunakan, agar setiap kali aku menyampaikan perasaanku, tidak berujung pada keributan dan kesalahpahaman. Entah kalimat apa yang harus kuucapkan, agar kata-kata yang kukeluarkan tidak menjadi bensin untuk api seseorang. Aku melihat dan merasakannya, setiap kali giliranku untuk membuka mulut, ekspresi mereka dipenuhi tanda tanya, kadang disusul decak yang terdengar lebih keras daripada kata-kata yang kuucapkan. Kenapa kalimat yang kucoba susun dengan sungguh-sungguh bisa menjadi duri tajam bagi seseorang? Pernah ada yang berkata dan meyakinkanku untuk menyampaikan perasaanku bila perlu, tetapi semuanya berubah setiap kali aku menemukan seseorang yang ingin kusebut rumah. Aku benci mengakuinya, tetapi aku mulai takut untuk pulang. Rasanya lebih baik aku menggigil sambil dipeluk oleh angin malam daripada harus melepaskan kasutku di rak itu lagi, walau hanya singgah.
credit : deepburiedthougts