Namun, jika kita amati sistem pendidikan yang ada, jumlah institusi yang benar-benar mengkhususkan diri pada disiplin di bidang ini masih cukup sedikit.
Mengapa demikian?
Salah satu faktornya adalah kompleksitas.
Keamanan siber tidak bisa dipahami tanpa pengetahuan dasar yang baik. Diperlukan pemahaman tentang jaringan, sistem komputer, dan dasar-dasar pemrograman.
Hal ini menjadikan banyak sekolah, termasuk SMA berbasis IT, cenderung lebih memprioritaskan pengajaran dasar terlebih dahulu.
Di sisi lainnya, SMK IT juga memiliki peranan penting dalam memberikan keterampilan praktis. Bahkan, beberapa SMK IT unggulan mulai beradaptasi dengan kebutuhan dunia industri, walaupun belum sepenuhnya terfokus pada keamanan siber.
Namun, permintaan dari dunia kerja kian meningkat.
Situasi ini mendorong peluncuran sekolah berbasis IT yang mulai menerapkan konsep keamanan digital secara bertahap.
Ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan berusaha untuk beradaptasi, meskipun belum sepenuhnya mengikuti perkembangan teknologi.
Saya telah membahas hal ini lebih mendalam di sini: Kenapa Sekolah Keamanan Siber di Indonesia Masih Terbatas?
https://sharing-ilmu9012.blogspot.com/2026/04/kenapa-sekolah-keamanan-cyber-di.html