Rindu, rasanya rindu sekali. Sampai suara ini tercekik sedalam-dalamnya.
Harusnya semua abadi.
Lantas, jika semua abadi, siapa yang akan gugur dan didoakan oleh keturunannya kelak? Apabila semua abadi, bagaimana cara menghargai waktu yang terus melangkah jauh?
Jenuh hati mengingat bahwa aku akan mati, aku akan tiada, aku akan dilupakan. Tapi, berpisah bukan hanya kematian. Tiada bukan hanya menghilang dari pandang. Dilupakan bukan berarti tak pernah ada.
Semua pernah ada, tapi tak semua dihargai. Manusia menyangkal untuk menunduk pada sang Fana. Manusia menyangkal kedudukan-Nya. Manusia menyangkal tangisannya. Manusia menyangkal jalan-Nya. Manusia menyangkal.
Harusnya semua abadi. Jikalau semua kau keluhkan, Ia selalu tabah jadi sandaran. Jikalau semua kau keluhkan, Ia selalu ada berimu jalan.