Aku senang melihat orang jatuh cinta. Melihat mereka memberi cinta dan kasih sayang sepenuh hati, bahkan ada yang memberi diri mereka tanpa ragu-ragu. Melihat sepasang kekasih memuja satu sama lain tanpa peduli orang-orang disekitarnya, membuatku merasakan cinta itu. Merasakan indahnya dicintai dan mencintai. Indahnya dikagumi dan mengagumi. Serta, indahnya disayangi dan menyayangi.

Melihat orang jatuh cinta adalah hal yang indah dan menggelikkan di waktu yang bersamaan. Ntah mengapa perutku serasa dikelilingi beribu rasa aneh ketika melihat orang sedang jatuh cinta. Senyumku melebar sampai menjerit pipiku karena terus-terusan ditarik. Oh, indahnya melihat orang-orang jatuh cinta.

Namun, aku sendiri masih ragu akan cinta. Aku tak terlalu mengenalnya, apalagi mendapatkannya. Aku pernah jatuh cinta, tetapi aku terus-terusan jatuh tanpa mendapatkan cinta. Aku juga ragu. Apakah aku siap mendapatkan cinta? Apakah aku siap memberikan cinta? Apakah aku siap akan cinta? Jika memikirkan tentang itu, aku selalu menghela nafas dan menghilangkan ide itu dari kepalaku. Bukan tak suka aku jatuh cinta, tetapi aku saja yang tak tahu bagaimana harus merespon akan cinta yang datang padaku. Karena aku tau diriku, diriku yang malang, diriku yang selalu memohon untuk dicintai ini akan hancur ketika bertemu seseorang yang memberikan cinta palsu kepada diriku. Aku akan hancur melebur sampai tak berbentuk lagi akan cinta.

Aku sendiri tak akan akan menolak cinta dan kasih sayang, tetapi ia yang akan menolak itu semua, hatiku yang tak pernah senang akan cinta dan kasih sayang.