"Jalan yang jauh, jangan lupa pulang,"

katanya.

Aku datang ke sana untuk ziarah. Niatnya sederhana; mendoakan, duduk sebentar, lalu pulang. Tapi di tempat seperti itu, rasanya selalu ada yang ikut pulang bersama kita. Bukan barang, bukan oleh-oleh, tapi perasaan.

Ziarah kubur selalu mengingatkanku kalau hidup ini memang soal berjalan. Ada yang jalannya cepat, ada yang pelan, ada yang sering tersesat. Tapi pada akhirnya, semua akan sampai di titik yang sama. Dan mungkin, pulang bukan cuman soal kembali ke rumah, tapi juga kembali ke diri sendiri.