heads-up: you'll find a mix of Bahasa Indonesia and English here. it's just the way my thoughts flow, so bear with me. also, this is my first article and it's conversational. so yeah, enjoy!
saya bingung harus mulai dari mana, tapi first of all, let's connect all the dots and establish the underlying theme kenapa masyarakat Indonesia marah besar.
per 2025 minimum wage tertinggi di Indonesia yaitu di Bekasi sebesar Rp5.690.752 dan yang terendah yaitu di Banjarnegara sebesar Rp2.170.475 dan mind you ini sebelum dipotong pajak.
it's too small compare to inflasi di Indonesia per Juli 2025 yang mencapai 2,37% dan ini merupakan angka inflasi tertinggi dalam satu tahun terakhir.
di kondisi yang seperti ini, pemerintah malah menaikkan tarif pajak secara drastis. PPh, PPN, hingga PBB.
dengan upah minimum sekian saja, masih banyak sekali tenaga kerja, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan yang pendapatannya dibawah itu. bukannya menyediakan lapangan pekerjaan untuk memberantas masalah pengangguran, pemerintah malah seenaknya menaikkan pajak.
apa mereka lupa atau bahkan tidak tau kalau Indonesia saat ini meraih peringkat pertama tingkat pengangguran tertinggi di ASEAN pada tahun 2025 yang jumlahnya mencapai 7,28 juta jiwa? what an achievement.
kita lanjut ke poverty. per 2025, garis kemiskinan di Indonesia itu berada di angka Rp609.160 per kapita per bulan. bayangin, berarti orang dengan pengeluaran harian diatas angka Rp.20.305 sudah dianggap mampu. what a misery.
kita juga tau jaman skrg 20k itu cuma bisa untuk satu kali makan, atau 2x gojek pulang pergi (to a nearby location). bahkan segelas kopi di cafe aja harganya sudah lebih dari 20k.
above all this, tebak berapa besar gaji dan tunjangan anggota legislatif yang katanya wakil rakyat. i try to be as objective as possible dengan ngebahas dari berbagai aspek yang bahkan mungkin gamasuk di list tuntutan demonstran masyarakat ke pemerintah, specifically DPR.
sebagai masyarakat, i guess we all know that this is a corrupt country where the representatives always have hidden agendas. what they call "the voice of the people" is often nothing more than self-interest in disguise. shame on them.
belum lama ini muncul berita gaji anggota DPR naik jadi 3jt rupiah per hari. PER HARI. ditambah tunjangan rumah sekitar 50jt PER BULAN. belum lagi tunjangan bensin, tunjangan pulsa, dll. tapi yang paling gamasuk akal adalah tunjangan beras sebesar 10jt. BERAS 10jt???
logika deh, anggep sekali makan kita bisa menghabiskan sekitar 200gr beras. jika satu hari 3x makan nasi, dalam satu bulan berarti satu individu hanya butuh sekitar 18kg beras.
beras premium di Indonesia itu berada di kisaran harga Rp.15.000 per kg. berarti dalam satu bulan, hanya dibutuhkan sekitar Rp.270.000 per individu, trs itu 10jt buat ngasih makan sekampung apa gimana?
ga cuma itu, setiap anggota DPR itu dapet dana aspirasi (RESES) setahun bisa 3 sampai 5 kali, nominalnya sekitar Rp.450.000.000 PER SATU KALI. untuk totalnya berarti bisa dihitung sendiri.
yang katanya representatif, mewakili suara rakyat, malah menyengsarakan rakyat. nominal itu sendiri pun simpang siur, tau kenapa? because they were never transparent. aliran dana pemerintah gapernah jelas perginya kemana.
anggaran sebesar itu, bahkan kalo kinerja mereka baik dan ada hasilnya pun it's still not worth it karena people still suffer. bahkan masih banyak yg bingung cara buat bisa makan hari ini. sedangkan wakil rakyatnya hidup in luxury bergelimpangan harta. it's heartbreaking and unfair.
belum lagi kasus korupsi di Indonesia yang merugikan negara RATUSAN TRILIUN per 2025 aja deh, yang ternyata pelakunya adalah adalah orang2 di pemerintahan kita sendiri, our own representatives. naudzubillah.
yang bikin masyarakat makin pissed adalah karena anggota DPR tidak menunjukkan kompetensinya, kinerjanya kacau, public speakingnya jelek, di ruang rapat kerjaannya tidur, joget, bahkan memberikan ujaran kebencian kepada rakyat secara terbuka di ruang publik. sedangkan rakyatnya, anak2 dibawah umur, lagi kerja panas2an padahal seharusnya mereka bisa sekolah. belum lagi lansia yang masih harus kerja, mulung bahkan ngemis di jalanan karena belum makan berhari2. harusnya malu ya allah.
tidak jarang pemerintah bikin project(s), mengajukan anggaran yang gedenya gamasuk akal sedangkan substansinya tidak relevant dengan current situation. bahkan faktor2 yang seharusnya butuh perhatian lebih malah di overlooked, di ignored. suara rakyat yang katanya ditampung tapi nyatanya tidak pernah ter-execute dengan baik sesuai ekspektasi. gimana ga murka kita masyarakat.
terlalu banyak anggota "titipan" yang masuk lewat jalur "orang dalem". they're not even credible untuk ada di pemerintahan, apalagi buat jadi wakil rakyat. masih mending deh kalo kuliah. i mean with all those privileges, bahkan ada yang cuma tamatan SMA, gabisa bahasa inggris, apalagi yang gapunya pengalaman sama sekali. so if you're expecting sertifikasi keahlian apalagi prestasi, sorry to let you down folks. this is so messed up.
semudah itu kah untuk bisa duduk di kursi legislatif? berbanding terbalik sama persyaratan daftar kerja di Indonesia yang pelamarnya diberikan segudang persyaratan, bahkan untuk role fresh graduate.
it's our right to be angry. sekarang masyarakat demo, bukannya aspirasinya di dengar, gedung DPR nya malah kosong, anggotanya pada kabur. Polri yang harusnya menjaga keamanan dan ketertiban, mereka NGELINDES driver gojek (i would say that this is intentional) pake mobil Brimob sampe meninggal. they committed so many violence dan melanggar berbagai macam jenis HAM. very inhuman.
bebas berpendapat tapi masyarakat di bungkam. fitur LIVE di social media dihilangkan, media nasional dilarang meliput demo, oknum dan provokator ada dimana2. so much for democracy.
Indonesia is full of resources, full of potentials, tapi ga di gunakan dengan bijak. harusnya para wakil rakyat malu sama insan dan generasi cerdas bangsa. they're brilliant minds, berkualitas. apa mereka malah takut, that's why setiap ada orang pinter yang speak up, malah "dibuang" karena mereka anti kritik.
i wonder apakah mereka juga merasa sedih dan sakit atau malah fine2 aja ngeliat negaranya crisis kaya gini, bahkan untuk di dengar aja perlu banyak civilians yang berjatuhan dulu.
we need to reset. pemimpin bangsa terutama wakil rakyat, harus punya integrity. principled dan berpendidikan. bukan cuma modal suara dikenal orang banyak, tapi pemimpin yang memang peduli tentang kesejahteraan masyarakatnya.
here in Indonesia, everything is possible. tapi mereka lupa kalo gasemuanya bisa dibeli dengan uang. respect is earned not given. especially we gen z, we're not afraid of anything and we'll always stand for what's right.
i mean, i'm well educated. so yes, unlike some random claims, everything above is obviously grounded in facts, real-time data, and credible sources (CNN, Tempo, Kompas, CNBC, Detik, BPS, dan BBC).
jadi gitu ya bapak2 ibu2 DPR. your focus should be the people, the ones you claim to represent, not your own pockets. kesejahteraan masyarakat, terutama kesetaraan akses pendidikan dan kesehatan di beberapa wilayah di Indonesia yang masih sangat minim.
last but not least, dear government, try using your common sense for once.
semoga keadaan Indonesia segera membaik dan semoga masyarakat yang turun ke jalan selalu dalam lindungan allah, aamiin allahumma aamiin.