Entah sampai ke mana tulisan ini akan terbaca dan entah siapa yang akan membacanya.
Di dunia ini, ada dua tipe manusia dalam mencintai. Yang pertama, mereka yang bersikap biasa saja tetapi cintanya begitu dalam. Dan yang kedua, mereka yang tampak seolah-olah mencintai, padahal sebenarnya tidak. Namun, sering kali aku sulit membedakan mana yang tulus dan mana yang sekadar berpura-pura.
Tapi katanya, cinta sejati terlihat dari tindakan dan ketulusannya, bukan hanya dari kata-kata manis semata. Jangan mudah terpesona oleh sikap yang tampak indah di luar, tetapi kosong di dalam.
Ada satu kalimat yang selalu terngiang di benakku: "Jika kamu tidak dicintai oleh seseorang dengan cara yang kamu inginkan, maka cintailah dia dengan cara dia mencintaimu."
Betapa indahnya jika engkau menemukan hati yang tak pernah menuntut apa pun darimu, selain ketulusan untuk melihatmu selalu dalam keadaan baik. Sebuah cinta yang hadir tanpa syarat, seperti doa yang dipanjatkan diam-diam, hanya demi kebahagiaanmu.
Namun, jika hati seperti itu telah kutemukan, bagaimana mungkin aku tidak ingin menjaganya?
Ketulusan seperti itu adalah anugerah, sebuah keindahan yang terlalu berharga untuk dibiarkan pergi. Sebab dalam dirinya, aku melihat rumah bagi jiwaku yang selalu mendambakan cinta yang murni.