Seratus ribu kerumitan tentang cinta, teretan kalimat patah tentangnya sukses membuatku sakit kepala. Cinta yang pekik, cinta dan tuntutan yang selalu menghantui keseharianku, serta kotak maaf yang dianggap angin lalu. Bagiku, isak sendu dari kisah cinta yang sudah kandas adalah makanan sehari-hariku.

Barangkali, cinta memang tak pernah ada di porsiku. Dirayakan adalah perkara tabu, kian asing hingga telingaku menuli seiiring berjalannya waktu. Mungkin, bagianku adalah merayakan seseorang. Memuji dan memestakan segala kebolehan orang yang kusenangi. Lagipula,hidupku baik-baik saja dengan itu.

Sialnya, seseorang dengan lancang mengetuk peti perasaanku. Bertentangan kosong dan tak bermodalkan apa-apa.