mari kita sekalian kembali menelik apa yang baru-baru ini terjadi dalam kondisi pergolakan politik yang terjadi di indonesia saat ini. hakikat dan esensi dari politik sebenarnya keyakinan atau pandangan bahwa masyarakat dapat dipimpin dan diatur dengan cara yang benar-benar ideal, yaitu dengan keadilan dan kesetaraan yang sempurna. Idealisme politik menekankan nilai-nilai seperti kebebasan, kesetaraan, dan keadilan, serta berupaya mengatasi ketidakadilan dan kesenjangan sosial. Dalam filsafat politik, idealisme ini menjadi pandangan tentang bagaimana masyarakat ideal harus diatur, seringkali memotivasi perubahan sosial yang positif dan transformasi masyarakat ke arah yang lebih baik. Meski sulit mencapai masyarakat yang benar-benar ideal, idealisme politik tetap penting secara filosofis karena menginspirasi perjuangan untuk keadilan dan kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
sehingga kembali saya memikirkan bahwa apakah yang terjadi saat ini ailah menjadi suatu kemunduran idealis politik yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan?
makan bergizi gratis dengan istilah familiar MGB seyogyanya merupakan suatu program kerja pemerintah pusat yang tentu sasarannya mengurangi angka stunting. Angka stunting di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan berada di sekitar 19,8%, berdasarkan data penurunan prevalensi yang tercapai pada 2024. Ini menandai pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya angka stunting turun di bawah 20 persen. Pemerintah menargetkan penurunan lebih lanjut hingga 18 persen pada 2025 dan menuju target 14 persen pada 2029. Upaya penurunan stunting ini melibatkan berbagai intervensi kesehatan, termasuk peningkatan gizi ibu hamil dan asupan protein bagi balita, yang menjadi kunci utama penanganannya.
perlu diketahui bersama bahwa dalam sistem tata kenegaraan untuk mencapai suatu kondisi ideal liberal maka pemerintah sebagai pengelola negara perlu memikirkan segala bentuk ketimpangan-ketimpangan yang terjadi.
menghancurkan masyarakat dan meniadakan kemanusiaan sebab itu harus ditegakkan keadilan dalam masyarakat maka yang menjadi pertanyaan, siapakah yang harus menegakkan keadilan dalam masyarakat? tentulah masyarakat iru sendiri, namun kemudian dalam kondisi realitanya, diperlukan adanya satu kelompok dalam masyarakat karena kualitas-kualitas yang dimilikinya senantiasa mengadakan usaha-usaha menegakkan keadilan itu dengan jalan selalu menganjurkan sesuatu sifat kemanusiaan serta mencegah terjadinya sesuatu yang berlawanan dengan kemnusiaan.
kualitas yang seharusnya dimiliki adalah rasa kemanusiaan yang tinggi sebagai pancaran kecintaan yang tak terbatas pada tuhan & diperlukan kecakapan yang cukup untuk menaungi masyarakat itu. kelompok yang dimaksud ailah pemimpin rakyat atau setidaknya mereka orangxorang yang seyogyanya memimpin rakyat. maka pemimpin yang dimaksud disini adalah menegakkan keadilan, menjaga agar setiap orang memperoleh hak asasinya dan juga dalam jangka waktu yang sama menghormati kemerdekaan orang lain dan martabat kemanusiaannya sebagai manifestasi kesadarannya akan tanggung jawab sosial.
maka kemudian negara merupakan suatu bentuk masyarakat yang terpenting, dan pemerintah adalah susunan masyarakat yang terkuat dan berpengaruh (ideal). olehnya pemerintah pertama berkewajiban menegakkan keadilan. maksud semula dan fundamental daripada didirikannya negara dan pemerintah guna melindungi manusia yang akan menjadi warga negara dari kemungkinan perusakan terhadap kemerdekaan dan harga diri sebagai manusia sebaliknya setiap orang mengambil bagian pertanggungjawaban dalam masalah-masalah atas dasar persamaan yang diperoleh melalui demokrasi. pemerintah haruslah menjadi kekuatan pimpinan yang lahir dari sendiri. pemerintah haruslah demokratis, maksudnya adalah, berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, menjalankan kebijaksaan atas persetujuan rakyat berdasarkan musyawarah dan dimana keadilan dan martabat kemanusiaan tidak diganggu. kekuatan yang sebenarnya didalam negara ada ditangan rakyat, pemerintah harus bertanggung jawab pada rakyat.
maka akhirnya MBG sebagai langkah yang sogyanya mengarah pada kemakmuran yang berujung pada masyarakat adil makmur, nyatanya tidak demikian. MBG yang hari ini dijalankan tidak menunjukkan kualitas dari segi menegakkan kesetaraan sosial itu sendiri maksudnya, MBG yang hari dijalankan hanyalah sebatas proyek yang menjadi keuntungan bagi kaum borjuis dan menjadi mala petaka bagi kaum proletar. sehingga pada kesimpulannya titik puncak yang di iming-imingkan oleh rakyat tidak sampai sebaliknya titik puncak yang menguntungkan bagi kaum borjuis telah sampai pada titiknya.
sekian, semoga ada hikmah dari setiap tulisan yang saya buat, wassalam…