January 21, 2026
Jejak yang Terdiam
In Indonesia we say “Jejak yang terdiam”
Blue Writer
Author
But in Sastra Indonesia we say;
"ada hari-hari yang masih menyimpan bayangmu, di antara langit senja dan aroma tanah setelah hujan, aku kadang masih mencarimu tanpa sengaja, seolah ingatan tahu jalan pulang lebih baik daripada aku sendiri.
aku pernah mencoba melupakan, tapi beberapa hal tak mau ikut pergi; cara matamu menatap, caramu tertawa pelan, semuanya masih tinggal seperti debu di ujung waktu.
dan kini, saat semua telah berlalu, aku tak lagi menyesali apa yang tak sempat, hanya belajar berdamai dengan diam, sebab beberapa kenangan memang diciptakan untuk tetap tinggal."