Ada nama yang diam-diam menetap di kepalaku, seperti gema yang tak pernah padam. Kami pernah berbagi ruang, tapi tak pernah benar-benar dekat. Waktu berjalan, jalan kami menjauh, dan aku tetap berada di titik yang sama: mengamati, mengagumi, dan merasa bangga tanpa suara. Sometimes admiration grows stronger in silence.
Aku tidak lagi melihatnya secara langsung. Hidup kami berputar di lingkaran yang berbeda, jarak bukan hanya tentang tempat, tapi juga tentang waktu dan dunia yang kami jalani. Namun di sela-sela kesibukan, setiap berita tentang pencapaiannya selalu menemukan jalannya kepadaku, seolah semesta sengaja mengirimkan pengingat kecil.
Aku tidak mencari kesempatan untuk bertemu. Aku hanya menyimpannya di sini: sebuah nama, sebuah rasa kagum, sebuah kebanggaan yang tumbuh diam-diam.
Tulisan ini bukan pernyataan. Bukan pula pengakuan. Hanya caraku merawat sesuatu yang sederhana namun berarti, rasa kagum yang kutanam sejak lama agar tetap hidup dengan cara yang tenang.